Naruto dan Boruto: Apakah Boruto Nantinya Akan Menjadi Hokage Juga?
Naruto dan Boruto sering dibandingkan, bukan cuma soal kekuatan, tapi juga soal arah hidup. Naruto sejak kecil punya mimpi jelas: menjadi Hokage. Sementara Boruto tumbuh di era yang lebih kompleks, ketika status “Hokage” bukan lagi sekadar simbol kebanggaan, tapi juga beban politik dan ancaman besar yang datang silih berganti.
Pertanyaan “apakah Boruto akan menjadi Hokage” makin sering muncul sejak cerita Boruto: Two Blue Vortex berjalan dan situasi Konoha berubah drastis. Karena seri ini masih berlanjut secara resmi, jawaban paling jujur adalah: belum ada konfirmasi final, tapi ada petunjuk kuat tentang arah ceritanya.
Di artikel ini, kita bahas dengan cara yang rapi: fakta penting di cerita, posisi Boruto soal jabatan Hokage, lalu beberapa skenario paling masuk akal sampai ending.
Apa Itu Hokage dan Kenapa Jadi Topik Besar di Boruto?

Hokage adalah pemimpin Konohagakure yang secara tradisi memikul tanggung jawab melindungi desa, membuat keputusan strategis, dan menjadi simbol "Will of Fire". Di era Naruto, gelar ini adalah puncak pengakuan sekaligus motivasi hidup yang mendorong Naruto berkembang dari "anak yang diabaikan" menjadi pemimpin desa.
Di era Boruto, status Hokage tetap penting, tapi tantangannya beda. Ancaman skala dunia lebih sering muncul, konflik politik lebih rumit, dan generasi baru punya mimpi yang tidak selalu sama seperti generasi sebelumnya.
Fakta Penting yang Mengubah Peta "Calon Hokage"

Sebelum menebak apakah Boruto akan jadi Hokage, kamu perlu paham dulu kondisi "kursi Hokage" di cerita saat ini. Ada beberapa fakta yang membuat arah jabatan ini tidak lagi lurus seperti era Naruto. Fakta-fakta ini juga menjelaskan kenapa diskusi "Boruto jadi Hokage atau tidak" terasa lebih terbuka dibanding dulu.
Naruto Tidak Aktif Memimpin Karena Disegel

Salah satu titik terbesar di cerita adalah Naruto dan Hinata disegel ke dimensi lain oleh Kawaki, sehingga Naruto tidak bisa menjalankan perannya sebagai Hokage. Efeknya bukan hanya emosional, tapi juga struktural: Konoha butuh pemimpin yang mengambil keputusan cepat di tengah krisis.
Shikamaru Menjadi Hokage Pengganti
Di era Two Blue Vortex, Shikamaru ditampilkan sebagai sosok yang menggantikan Naruto sebagai pemimpin desa (banyak sumber menyebutnya sebagai Hokage pengganti/baru di fase ini). Ini penting karena membuka ruang narasi: jabatan Hokage bisa berubah karena kondisi darurat, bukan semata "urutan mimpi" seseorang.
Sarada Punya Mimpi Menjadi Hokage
Kalau kamu mencari "calon Hokage" paling konsisten dari generasi Boruto, Sarada adalah nama yang paling jelas. Situs resmi Naruto pernah menegaskan Sarada sebagai penerus Uchiha yang bermimpi menjadi Hokage. Dengan kata lain, dari awal pun cerita sudah memberi "jalur Hokage" yang kuat ke Sarada, bukan ke Boruto.
Boruto Justru Tidak Menargetkan Gelar Hokage
Ini poin yang sering membuat jawaban pertanyaan jadi lebih mudah. Dalam banyak penjelasan karakter, Boruto digambarkan tidak ingin menjadi Hokage dan lebih memilih menjadi shinobi seperti Sasuke—sosok yang mendukung Hokage dari balik layar, termasuk mendukung mimpi Sarada. Kalau fondasi motivasinya sudah seperti itu, kemungkinan besar cerita akan menjaga arah tersebut, kecuali ada twist besar di ending.
Apakah Boruto Akan Menjadi Hokage?

Sekarang kita masuk ke inti: apakah Boruto nantinya akan menjadi Hokage juga. Karena manga masih berjalan, bagian ini bukan "kepastian", melainkan analisis skenario yang paling realistis berdasarkan arah karakter dan kebutuhan cerita. Anggap ini sebagai peta kemungkinan, dari yang paling masuk akal sampai yang paling "plot twist".
Skenario 1: Boruto Tidak Jadi Hokage, Sarada Jadi Hokage
Ini skenario yang paling selaras dengan motivasi karakter. Sarada sejak awal mengincar posisi Hokage, sementara Boruto cenderung mengambil peran "pelindung dari bayangan" seperti Sasuke. Jika ending menutup lingkaran "generasi baru", Sarada menjadi Hokage dan Boruto menjadi pendukung utamanya adalah kombinasi yang paling "rapi" secara tema dan simbolisme.
Skenario 2: Boruto Jadi Hokage Sementara Karena Keadaan Darurat
Walau Boruto tidak menargetkan gelar Hokage, dunia ninja bisa memaksa seseorang memegang peran kepemimpinan demi stabilitas. Kita sudah melihat jabatan Hokage bisa "berganti mode" ketika Naruto tidak aktif, dan Shikamaru memimpin di fase krisis. Jadi, Boruto menjadi Hokage sementara bukan karena "mimpi", tapi karena "dibutuhkan" (misalnya untuk menjaga Konoha saat figur pemimpin lain tidak bisa bertugas).
Skenario 3: Boruto Jadi Hokage di Ending
Ini bukan mustahil, tapi biasanya butuh perubahan motivasi yang besar. Agar Boruto berakhir sebagai Hokage, ceritanya perlu membangun alasan emosional dan ideologis yang kuat: kenapa Boruto yang awalnya tidak mengejar gelar, akhirnya memilih memimpin. Kalau pun terjadi, kemungkinan besar itu bukan "Boruto meniru Naruto", melainkan "Boruto menerima beban yang tidak ia incar" karena dunia memaksanya.
Petunjuk Cerita yang Bisa Mengarah ke Jawaban
Kalau kamu ingin membaca tanda-tanda tanpa harus menebak liar, kamu bisa fokus pada tema besar yang berulang. Biasanya cerita panjang seperti Naruto/Boruto memberi petunjuk lewat pola: siapa yang membawa ideal tertentu, siapa yang menjadi simbol harapan, dan siapa yang lebih cocok memimpin. Bagian ini membantu kamu "mendeteksi arah" tanpa perlu mengunci kesimpulan terlalu cepat.
Tema Warisan vs Pilihan Hidup
Naruto mewariskan reputasi besar, tapi Boruto tidak otomatis harus menyalin jalan ayahnya. Justru konflik generasi di Boruto sering menekankan bahwa anak bisa memilih jalan berbeda, meski berasal dari keluarga besar. Dari kacamata ini, Boruto tidak jadi Hokage bisa dianggap bukan "gagal", melainkan "konsisten dengan jati diri".
Hokage Itu Jabatan, Tapi "Pelindung Konoha" Bisa Banyak Bentuk
Era Naruto menguatkan ide bahwa Hokage adalah pelindung utama. Era Boruto lebih sering memperlihatkan bahwa perlindungan Konoha terjadi lewat tim, strategi, dan peran yang tidak selalu punya gelar. Situasi Naruto yang disegel dan Konoha tetap berjalan di bawah pemimpin lain juga menguatkan gagasan ini. Karena itu, Boruto bisa menjadi "pilar pelindung" tanpa harus duduk di kursi Hokage.
Kesimpulan
Kalau pertanyaannya "apakah Boruto nantinya akan menjadi Hokage juga", jawaban paling aman berdasarkan arah karakter adalah: kemungkinan besar tidak sebagai tujuan utama, karena Boruto sejak awal lebih condong menjadi pendukung Hokage dari balik layar. Namun, karena krisis di Konoha bisa memaksa perubahan kepemimpinan, tetap ada peluang Boruto memegang peran Hokage secara sementara atau dalam kondisi darurat, meski bukan jalur yang paling kuat secara tema.
FAQ
Banyak pembaca sebenarnya tidak cuma ingin "iya atau tidak", tapi juga ingin paham konteksnya. Bagian FAQ ini merangkum pertanyaan yang paling sering muncul biar kamu bisa cepat menangkap garis besarnya. Jawaban di bawah dibuat tanpa mengunci spoiler berat, tapi tetap memegang fakta yang sudah jelas di materi resmi dan ringkasan yang kredibel.
Apakah Boruto pernah bilang ingin jadi Hokage?
Secara garis besar, Boruto justru dikenal tidak menargetkan jabatan Hokage. Ia lebih memilih menjadi shinobi seperti Sasuke dan mendukung Sarada yang punya mimpi menjadi Hokage.
Siapa kandidat Hokage paling kuat di generasi Boruto?
Kalau bicara "mimpi dan jalur narasi", Sarada adalah kandidat paling jelas karena ia memang ingin menjadi Hokage dan itu ditegaskan dalam materi resmi. Di luar itu, cerita juga menunjukkan kepemimpinan bisa bersifat situasional, seperti ketika Naruto tidak aktif dan desa dipimpin figur lain.
Kalau Boruto tidak jadi Hokage, perannya apa?
Peran paling masuk akal adalah menjadi pelindung dari bayangan atau pendukung Hokage, mirip peran Sasuke di era Naruto. Ini selaras dengan arah karakter Boruto yang tidak mengejar kursi, tapi tetap ingin melindungi orang-orang penting dan desa.
Apakah Naruto akan jadi Hokage lagi?
Selama Naruto masih disegel di dimensi lain, ia jelas tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai Hokage. Apakah ia akan kembali memimpin atau tidak bergantung pada bagaimana cerita membuka segel itu dan kondisi politik Konoha setelahnya, jadi untuk saat ini masih ranah perkembangan plot.
Harus baca Boruto: Two Blue Vortex untuk paham soal Hokage?
Kalau kamu ingin paham konteks terbaru tentang kepemimpinan Konoha dan situasi Naruto, Two Blue Vortex memang paling relevan karena seri ini yang memuat kondisi Konoha terkini dan masih berjalan. Tapi untuk memahami motivasi Boruto dan Sarada soal Hokage, fondasinya sudah dibangun sejak awal Boruto juga.
PENUTUP
Apa itu Kartu Kayou Tier 2, Tier 3 dst?
Kartu Kayou awal mulanya hanya dijual di Tiongkok dengan skema harga eceran RMB 1, RMB 2, RMB 5, dan RMB 10. Dari sini timbul istilah Tier atau tingkat, mulai dari Tier 1 adalah kartu dengan harga RMB 1, Tier 2 adalah kartu dengan harga RMB 2, Tier 3 adalah kartu dengan harga RMB 5, Tier 4 adalah kartu dengan harga RMB 10. Di Indonesia, Kayoufun menyediakan kartu Tier 2, Tier 3 dan Tier 4 dalam bahasa Inggris saja. Dan Kartu Kayou Tier 2 ini dapat dibeli di toko toko grosir di Indonesia, yang bisa dilihat di halaman ini.